Kapan saja kita harus cuci tangan?

Insight Mar 28, 2020

Waktu kini berjalan lambat, namun berasa mencekam. Bagai berjalan dikegelapan malam, kadang kita takut jikalau harus ada perjumpaan dengan bayang-bayang yang semestinya tak terlihat atau takut akan mahluk Tuhan yang kita anggap lebih buas. Kini siang pun seperti malam-malam, pekat. Orang-orang menutup pintu rumahnya. Langgar dan sekolah pun ditutup. Sesekali terdengar alunan solawat "Allohuma soli'ala sayidinna Muhammad" dari Langgar komplek. Cobaan dari Tuhan ini ternyata ada hikmahnya juga. Kita lebih ingin dekat-dekat denganNya.

Pada masa sebelum sekarang, lahirlah sebuah kata mutiara yang karena kebaikan isinya beberapa panginyongan menganggapnya sebagai ucapan sang Nabi. "Kebersihan adalah sebagian dari iman" begitu kiranya jika kita terjemahkan dalam Bahasa Indonesia.

Masa sekarang, ditengah-tengah wabah yang telah banyak mengembalikan sebagian dari kita ke asal kita, tanah. Seyogyanya kata mutiara tersebut kita jadikan mesin pendorong semangat untuk mengembalikan yang kotor ke yang bersih (dalam makna yang sebenarnya). Mulai dari laku sedebu yang "enteng" untuk kita kerjakan, membasuh tangan.

Namun, dari fajar menuju senja hingga pekat malam tiba, didetak jam keberapa seharusnya tangan ini berjumpa dengan segarnya air dan wanginya sabun?

Sebelum dan setelah makan

Ya, sebelum dan setelah makan adalah waktu yang sangat tepat untuk tangan ini berjumpa dengan air dan sabun. Agar makanan yang tangan ini hantarkan ke mulut kita terjaga kebersihannya.

Setelah Bermain

Bermain, berdendang, berlarian sambil berloncatan merupakan kegiatan yang asyik. Namun, di dalam keasyikan itu bisa jadi ada ketidakasyikkan yang ikut bergabung. Untuk itu, waktu setelah bermain juga waktu yang tepat untuk membasuh tangan ini.

Setelah Membuang Sampah

Sampah, dimana segala ketidakasyikkan bersemayam di dalamnya. Mau tidak mau harus kita pindahkan ke tempat seharusnya dia ditempatkan. Saat tangan ini menuntunnya ke tempatnya, alangkah baiknya setelahnya kita bersihkan agar segala ketidakasyikkan itu tidak mengikuti kita.

Setelah Memegang Uang

Uang kadang menjadi sesuatu yang dipuja-puja manusia. Kata seorang penyair, uang bisa membuat orang senang tiada kepalang, namun juga bisa membuat orang mabuk kepalang hingga lupa sahabat, lupa kerabat, lupa saudara bahkan lupa ingatan (Nicky Astria: Uang). Dalam uang, mahluk-mahluk Tuhan terkecil ikut bersemayam, dan siap untuk berbondong-bondong mencari tempat di tubuh kita setelah kita pegang. Karenanya, mengusirnya dari tangan kita adalah sesuatu yang baik untuk kita lakukan.

Setalah Menggunakan Toilet

Salat satu hunian ternyaman bagi kuman-kuman mungkin adalah toilet. Dimana hampir tiap hari kita buang kotoran tubuh kita di hunian tersebut. Untuk menjaga raga kita agar tetap sehat walafiat, mencuci tangan setelah mampir ke hunian tersebut merupakan suatu keharusan.

Setelah Menutup Mulut dan Hidung Saat Bersin atau Batuk

Bersin atau batuk adalah karunia Tuhan. Bersamanya dikeluarkan berbagai penyebab penyakit dalam tubuh kita. Sungguh luar biasa raga kita ini diciptakanNya. Sebagai manusia yang beradab, hendaknya kita menutup mulut dan hidung pada saat bersin atau batuk. Agar penyebab sakit itu tidak berkeliaran ke orang lain, hanya ada di tangan kita. Setelahnya, mari kita cuci tangan kita.

Sekian dulu artikel ini penulis ketik di blog ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Sumber dari artikel ini penulis dapatkan dari buku koleksi ibuk.id

Pandai Merawat Tubuh - Suririyah

Akhir kata, semoga kita diberikan jalan yang paling lurus dari Tuhan Yang Maha Esa.

Wallahulmuwafiq ila aqwamith thoriq

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Prastowo Agung Widodo

Office Boy at IBUK.ID

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.