Pendapat penulis Indonesia tentang pembajakan buku (dan penyebaran PDF ilegal)

Jun 12, 2020

Beberapa waktu yang lalu, banyak penulis yang merasa karya mereka (maupun karya sesama penulis) tidak dihargai oleh sekelompok orang yang membaca buku mereka melalui cara yang ilegal, yaitu dari pdf yang disebarkan melalui status WhatsApp.
Para oknum tersebut berdalih dengan mengatas namakan "kepentingan mencerdaskan anak Indonesia dengan membaca" dan "saling berbagi ditengah pandemi".
Berikut adalah sikap beberapa penulis yang karya mereka dibajak:

"Mulai hari ini, kalian bisa ambil gratis barang2 di toko apapun. Agar kebutuhan warga selama pandemi Covid-19 bisa...

Dikirim oleh Tere Liye pada Selasa, 31 Maret 2020
View this post on Instagram

Gelombang besar berikut yang akan menerpa kita setelah pandemi adalah gelombang dampak ekonomi. Kita semua akan terimbas, tanpa kecuali. Termasuk penulis dan industri penerbitan. Saya setuju kita berdonasi dan banyak-banyak memberi pada saat seperti ini. Namun, berdonasi tidak sama dengan mengambil hak orang lain. Mengunggah PDF ilegal atas karya kami, menyebarkan tautannya, menyilakan orang lain mengunduhnya demi hiburan gratis untuk membunuh waktu, sama dengan merampas hak ekonomi kami. Saya berbicara bukan atas nama diri sendiri saja, melainkan semua penulis yang beroleh pendapatan melalui royalti. Royalti adalah hajat hidup kami. Tidak semua dari kami kaya raya, tak semua juga miskin merana. Satu hal yang pasti: royalti adalah hak atas jerih payah kami menuliskan buku. Saya, teman-teman penulis, penerbit buku, tengah bergulat mencari titik terang dari badai ekonomi besar yang tengah dan akan bergulung sebentar lagi. Kami juga ingin mencari cara terbaik untuk bisa terus berkarya dan memberikan pilihan-pilihan yang tak memberatkan kepada pembaca sekalian. Situasi ini berat buat kita semua. Untuk bisa mengatasinya, kita harus saling mendukung. Bukan saling merampas. Bukan saling menikung. Setop unggah-unduh PDF bajakan. Setop penyebaran tautannya. #SalingDukung

A post shared by Dee Lestari (@deelestari) on

View this post on Instagram

kampret lu yang nyebar

A post shared by Rintik Sedu (@rintiksedu) on

Kalau pendapat sahabat ibuk bagaimana?

Sugita

Marketing Communication at ibuk

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.